Sosok Ini, Jasanya Hampir Seperti Orang Tuamu Sendiri

✍️ Salahuddin Guntung 📅 06 Oct 2025 👁️ 115 📝 Kategori: Wawasan Keislaman
Sosok Ini, Jasanya Hampir Seperti Orang Tuamu Sendiri
Kalau kita renungkan, betapa besarnya jasa seorang murabbi — guru, dosen, atau pendidik — terhadap anak didiknya. Mereka bukan sekadar mengajar, tapi juga mendidik, membimbing, menanamkan nilai, dan membentuk karakter. 

Bahkan, dalam banyak hal, peran mereka hampir sejajar dengan peran orang tua di rumah. Orang tua menanamkan kasih sayang dan membentuk pribadi anak sejak kecil, sedangkan murabbi melanjutkan tugas itu dengan menumbuhkan ilmu, akhlak, dan arah hidup yang benar.

Tak heran jika para ulama menempatkan posisi murabbi begitu tinggi. Mereka mengatakan bahwa hak seorang murabbi atas muridnya hampir setara dengan hak orang tua terhadap anaknya. 

Sebab, apa yang diberikan seorang murabbi bukan hanya ilmu dunia, tapi juga bimbingan spiritual yang membentuk masa depan akhirat muridnya.

Dalam menafsirkan firman Allah ﷻ:

وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا
Artinya:
“Dan berdoalah: ‘Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’”
(QS. Al-Isra: 24)

Syaikh Allamah Ibnu Sa‘di menjelaskan,
“Dipahami dari doa ini bahwa semakin tinggi jasa tarbiyah, maka semakin tinggi pula hak (orang tua) atas anaknya. Demikian juga hak selain kedua orang tua yang mentarbiyah seseorang dalam urusan agama dan urusan dunia dengan tarbiyah salehah, maka ia memiliki hak jasa mentarbiyah atas orang yang ditarbiyahnya dengan sebaik-baiknya.”

Bayangkan, seorang murabbi yang setiap hari mengajarkan Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, membimbing murid agar lebih dekat kepada Allah, sesungguhnya sedang melanjutkan tugas besar para nabi: membina manusia agar mengenal Rabb-nya. Karena itu, wajar bila penghormatan kepada guru bukan hanya bentuk adab, tapi juga bagian dari ibadah.

Dalam pandangan Islam, menghormati murabbi berarti menghargai ilmu dan cahaya yang Allah titipkan melalui mereka. Seorang murid yang paham akan hal ini tidak akan berani bersikap sombong di hadapan gurunya, sebab ia tahu bahwa ilmunya lahir dari bimbingan orang yang telah lebih dahulu berjuang.

Karena itu, jangan pernah merasa malu untuk mendoakan guru, dosen, ustaz, atau siapa pun yang telah membimbing kita di jalan kebaikan

✨ Hargai orang tua kita, muliakan pula para murabbi kita — karena keduanya adalah pilar utama dalam perjalanan hidup seorang mukmin.

🖋️Ust. Dr. Salahuddin Guntung, Lc., M.A.
(Ketua Komisi Usrah & Ukhuwah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)
Salahuddin Guntung
Salahuddin Guntung

Ketua Komisi Usrah Dan Ukhuwah

Berikan Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Komentar

Chat WhatsApp