Hukum Sujud kepada Adam

โœ๏ธ Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A. ๐Ÿ“… 19 Nov 2025 ๐Ÿ‘๏ธ 114 ๐Ÿ“ Kategori: Tanya Jawab Syariah
Hukum Sujud kepada Adam

Pertanyaan:
Mengapa Allah Azza wa Jalla menyuruh malaikat dan Iblis sujud ke Nabi Adam alaihi salam? Kenapa Allah Azza wa Jalla tidak menyuruh bersujud saja kepada Allah Penciptanya?

Jawaban:
Dalam Al-Qur'an, cukup banyak ayat yang menceritakan kisah Nabi Adam alaihi salam dan bagaimana Allah memuliakan Nabi Adam dengan menyuruh malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam. Pertanyaannya mengapa bukan perintah sujud kepada Allah Subhanahu wa taโ€™ala?

Perlu dipahami bahwa sujud adalah salah satu ibadah dan perintah Allah Subhanahu wa taโ€™ala. Namun dalam syariat Islam ada perbedaan dengan syariat-syariat terdahulu. Dalam syariat-syariat terdahulu, ada pembolehan sujud, tapi yang dimaksudkan adalah sujud penghormatan dan bukan sujud ibadah. Sehingga perlu dibededakan antara sujud penghormatan dan sujud ibadah. Sujud yang dimaksudkan oleh Allah Subhanahu wa taโ€™ala dalam perintah-Nya kepada malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Adam adalah sujud untuk menghormati dan memuliakan Adam dan bukan sujud untuk beribadah kepada Adam, karena ibadah hanya boleh kepada Allah Subhanahu wa taโ€™ala.

Dalam ajaran Islam, ada beberapa cara untuk menghormati orang yang lebih tua atau ulama, tapi tidak diperbolehkan untuk sujud kepada mereka. Berbeda dengan syariat terdahulu yang membolehkan sujud untuk penghormatan. Hal ini ditunjukkan dalam syariat Nabi Yusuf alaihi salam. Ketika kecil, Nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada bapaknya, Nabi Yaโ€™qub alaihi salam bahwasanya beliau melihat dalam mimpinya ada 11 bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Kemudian bapaknya menyampaikan bahwa dia tidak boleh menceritakan mimpi tersebut kepada saudaranya, karena dikhawatirkan akan hasad.

Apa yang dimimpikan oleh Nabi Yusuf ini akhirnya terbukti di masa ketika dia telah menjadi penguasa di Mesir, di mana ketika bapaknya sudah sembuh dan bisa melihat, ditemani oleh ibu dan 11 saudaranya, mereka semua sujud kepada Nabi Yusuf alaihi salam. Sampai-sampai Nabi Yusuf alaihi salam mengatakan kepada bapaknya bahwa inilah mimpi yang pernah dia saksikan. Sujud yang dilakukan oleh bapak, ibu, dan saudara Nabi Yusuf alaihi salam bukan sujud ibadah, tapi sujud penghormatan kepada Nabi Yusuf karena memiliki keutamaan dan menjadi penguasa di Mesir.[1]

Perlu diketahui bahwa ada syariat terdahulu yang diakomodir dan ditakrir dalam syariat Islam sehingga menjadi bagian dari syariat Islam. Ada juga syariat terdahulu yang hanya khusus untuk syariat terdahulu, dan dalam syariat Islam syariat tersebut disempurnakan atau diubah bentuknya, salah satunya adalah masalah sujud.

Diriwayatkan bahwa Muadz bin Jabal radhiyallahu โ€˜anhu ketika telah pulang dari Syam, dia datang kepada Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan langsung sujud kepada Nabi. Nabi pun mengingkari hal tersebut dan mengatakan, โ€œApa-apaan ini, wahai Muadz?โ€ Muadz menjawab, โ€œWahai, Rasulullah. Di Syam saya melihat mereka sujud kepada para pemimpin dan pembesar mereka, maka aku ingin juga melakukan penghormatan semacam itu kepadamu. Nabi shallallahu alaihi wasallam pun berkata,

ููŽู„ูŽุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชู ุขู…ูุฑู‹ุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง

Artinya, โ€œJanganlah kalian melakukannya. Kalau saja aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya.โ€[2]

Namun, tidak boleh sujud kepada orang lain dalam syariat Islam, entah sujud ibadah atau sekadar penghormatan. Boleh menghormati orang yang lebih tua atau memiliki keutamaan, tapi tidak dengan cara sujud kepadanya. Adapun syariat terdahulu dibolehkan dan itu ada pada zaman Nabi Adam dan nabi-nabi terdahulu.

Lalu, mengapa Allah memerintahkan malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Nabi Adam? Karena Allah ingin menguji hamba-hamba-Nya. Nabi Adam termasuk makhluk yang baru diciptakan pada saat itu, sedangkan malaikat dan Iblis sudah sangat lama beribadah kepada Allah Subhanahu wa taโ€™ala. Kemudian malaikat dan Iblis diperintahkan untuk sujud kepada makhluk baru ini, yaitu Nabi Adam. Dengan penuh ketaatan kepada Allah dan tidak banyak bertanya, para malaikat langsung sujud kepada Nabi Adam. Sedangkan Iblis yang menggunakan logikanya dan merasa lebih hebat daripada Adam merasa tersinggung dan tidak pantas untuk sujud kepada Adam, sehingga dia menolak dan menyombongkan diri, maka dia pun divonis sebagai hamba yang kafir.

Oleh karena itu, perintah sujud tersebut sebagai ujian kepada mereka. Apakah ketika datang perintah, mereka mau taat secara penuh atau suka menganalisa dan mengamati sehingga akhirnya menolak perintah hanya karena tidak cocok dengan logika dan perasaan mereka.

Kesimpulan dan faedah penting dari kisah perintah sujud kepada Adam alaihi salam, hendaknya seorang hamba melihat siapa yang memerintahkan, bukan apa yang diperintahkan. Selama datang dari Allah Azza wa Jalla, maka hendaknya hamba siap taat tanpa ada sedikit pun penolakan.


[1] QS. Yusuf, ayat 100.
[2] HR. Ibnu Majah (no. 1853) dan Ahmad (no. 19403).

Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A.
Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A.

Ketua

Berikan Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Komentar

Chat WhatsApp